Travelling

Sunday, August 14, 2011

Ujung genteng

Akhir bulan Mei tepatnya tanggal 20 - 22 Mei 2011 saya ikut trip lagi, setelah minggu sebelumnya ikut trip ke Sawarna. Alhamdulillah lah, diberi rejeki buat menikmati sedikit dari tak berhingga ciptaan Allah "hmmm".Bareng Lintas Wisata saya ke Ujung Genteng yang masih terletal di area Pelabuhan Ratu. Tempat berkumpul di depan Gedung BNI, jalan Sudirman.
Ini kali pertama saya ikut travel trip Lintas Wisata. Deg degan juga karena belum ada yang kenal, tapi pastinya saya yakin yang suka jalan jalan pasti nya semua menyenangkan :). Karena jarak dari kantor cuma selemparan kolor tetap lah saya yang paling duluan sampai. Duduk menunggu di Dunkins Donat, sambil sms sama Maria yang punya travel trip ini.
Mulai jam 8 sudah berkumpul satu satu. Ketemu Vera sama Rini. Sambil nunggu yang lain datang kami ngobrol . Jam Stengah 9 semua warga sudah lengkap.
Jam 8.45 WIB , Mobil mulai meninggalkan area BNI memulai perjalanan ke Ujung Genteng. Sembari jalan Maria memperkenalkan diri, trus masing- masing kita juga pun disuruh memperkenalkan diri . Ada 28 peserta ternyata termasuk Maria dan Agung.
Bis Blue bird yang kami tumpangi mulai merangkak melewati jalanan Jakarta yang tetap macet. Ooo.. ternyata ke Ujung Genteng melewati Sukabumi juga. wohoo .. udah 4 kali melewati Sukabumi yang macetnya sama kayak Jakarta. Perkiraan kita sampai di Ujung Genteng Subuh. Moga selamat sampai tujuan . Aamiin...
Perjalanan Menuju Ujung Genteng
Perjalanan memakan waktu lama karena macet dan kondisi jalanan yang rusak parah,untung gak molor molor amat sampai di Ujung Gentengnya. Jam 8 kami sampai di Amanda Ratu , Pantai Tanah Lot sekalian tempat kami menginap. Hmmm....udara yang bersih dan segar serta pemandangan yang indah menghilangkan kepenatan saya semalam di bis yang tidur gak pernah pulas. Hoo..ternyata di Amanda Ratu ada Pulau Kecil yang kalau air laut tidak pasang kita bisa ke pulau tanpa harus naik kapal. Ada karang karang besar disekitar pantai Amanda Ratu tersebut. Tapi juga seperti di Padang , di pantai Air Manis menuju ke pulau Pisang, kalau air tidak pasang kita bisa jalan kaki ke saja ke Pulau Pisangnya.
 
Amanda Ratu
Setelah menyimpan barang di kamar masing masing dan sarapan pagi, kami berangkat menuju ke Curug Cikaso. untuk mencapai Curug ini kami harus menaiki perahu, melawati sungai sedikit, wuihh serunya. ooo..oo ternyata ada 3 (tiga) curug disini. Percikan airnya yang dingin menghempas ke wajah saya,ingin sekali untuk mandi, tapi sayang karena kelebihan perempuan lagi menghampiri ,saya tidak bisa menceburkan badan ke air yang sangat dingin. Cuma bisa memandang teman-teman yang lagi asik mandi.
Curug Cikaso
Setelah puas disini kami melanjutkan perjalanan kami ke Curug Cigangsa. Sekalian kami makan siang di rumah salah satu penduduk dan menikmati air kelapa muda. Terbayang sudah nikmatnya. Makan siang dengan menu ayam goreng, tempe, lalapan, sayur asem hoohoo.. Alhamdulillah.

Setelah menikmati menu makan siang yang enak, kami jalan kaki menuju Curug Cigangsa. Melewati sawah sawah  yang sudah selesai panen. Ternyata kami melewati puncak Curug Cigangsa nya. Banyak teman-teman yang berfoto ria di puncak Curug ini. Saya tentunya tidak, gak tau sekarang kenapa saya jadi "agak" takut ketinggian, padahal dulu kerjanya manjat manjat gedung.  Perjalanan yang terjal akhirnya kami sampai di dasar Curug Cigangsa dan Subhanallah  indahnya....dan pastinya semua orang jadi narsis disini. :)


Curug Cigangsa
Poto Dicomot dari Lintas Wisata
Perjalanan dilanjutkan ke Pondok Hexa , untuk menuju pantai Cipanarikan dan ke Penangkar Penyu di Pagumbahan. Buset ternyata dari Pondok Hexa ke Pantai Cipanarikan kami harus  naik ojek. Serru pastinya , 28 orang naik ojek berasa balapan. yayy motor ojeg gw juara 2 hahahha...., sampai di Pantai Cipanarikan kami, seperti biasa kelakukan narsis dari semua orang keluar. Sambil menikmati pantai yang landai, bermain ombak, semua sibuk berpoto ria, termasuk saya tentunya. Sambil bermain seperti itu hidangan kelapa muda datang. Nikmat sekali rasanya.
Pantai Cipanarikan, Poto Dicomot dari Lintas Wisata
Menjelang maghrib kami segera menuju ke tempat penangkaran penyu di pantai Pagumbahan. Disana kami akan melepas tukik ke laut. Karena kami telat datang, hampir saja kami tidak berhasil melepas tukik, tapi berkat rayuan semua peserta akhirnya kami berhasil melepas tukik ke laut. Sedihh bokk, membayangkan tukik tukik kecil nan lucu itu mengarungi samudra yang luas, untuk bertahan hidup. Dari ratusan tukik yang kami lepas, kata penjaganya paling dua atau tukik yang berhasil hidup. Ohh...berat sekali tantangan hidupmu nak. :(
Pelepasan Tukik di Pagumbahan, Poto dicomot dari Lintas Wisata
Setelah selesai melepas tukik ke lautan dengan perasaan haru biru, kami kembali ke pondok Hexa untuk makan malam. Menu ikan bakar sangat pas.Selesai makan kami balik ke penginapan di Amanda Ratu , istrahat sambil menikmati deburan ombak, ohh...indahnya.
Makan Malam di Pondok Hexa,Poto dicomot dari Lintas Wisata
Besok pagi pagi , sambil menunggu sarapan pagi, kami kembali menikmati "Tanah Lot - Amanda Ratu". Hmmm...udara laut yang segar , coba kalau di Jakarta seperti ini ya...*keplak,mimpii!!*
Poto dicomot Dari Lintas Wisata
Selesai sarapan dan beres beres, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Ujung Genteng, wisata pasar ikan, melihat pelabuhan tua jaman Belanda (menurut cerita). Puas disini, pulang kemabli Jakarta, sebelumnya kami makan siang dulu sambil berkaraoke ria. Uhhh..belum puas rasanya see u pren, tjen tjen,Esti, Vera, Ratih, Virna , Mr Jose,Mr Manokaran,Febby, Yarin,Ibu Wong, Ibu Ahwa,Mas Zulkarnaen, Mbak Vien,Ilhamsayah, Herdian, Bambang, Audry, Mbak Tety,Rini,Epivania,Hetty, Yulia, Mbak yosefin, dan Juragan Maria dan Agung, senang bersama kalian semua.....
Pantai Ujung Genteng
Poto Dicomot dari Lintas Wisata

Poto dicomot dari Lintas Wisata





Tuesday, July 12, 2011

Berwarna Di Sawarna

Setelah hampir gagal tidak jadi ke  Sawarna dengan Picnicholic karena kekurangan kuota. Akhirnya 3 hari menjelang tanggalnya,saya menemukan twit dari justtraveller bahwa mereka mengadakan trip ke sawarna, jadilah guwe ikut rombongan ini, dan ternyata sodaraan sama backpackseru. Yupss dengan modal 475 ribu, jadilah saya ikut rombongan ini dengan jumlah peserta cuma 10 orang.
Pas tanggal 13 Mei 2011, ditempat yang sudah dijanjikan yaitu plaza semanggi kami berkumpul dipelataran dekat dunkin donat. yahh..berhubung tempat kerja saya cuma berjarak selemparan kolor, jadinya saya paling dulu nyampe.  Pengennya sih datang pas pasan, tapi berhubung teman kantor tidak ada yang lembur, akhirnya saya jadi nyampe duluan. Yang anehnya teman teman yang suka lembur hari itu mereka gak lembur, maksud saya biar saya shalat isyanya di kantor. Ya sudah sebelum jam 7 saya sudah nyampe di plangi. Ngiderlah saya sebentar di Giant sekalian shalat Isya. Jam 8 satu persatu sudah datang. yaii...ternyata teh fara dan suaminya akang arifin ikut lagi, suaminya yang tukang banyol. Mereka bawa jagoan dua orang,Fauzi dan Kemal.. Ehh..ada sepasang suami istri lagi Ocha dan Seno. Akhirnya 10 orang peserta ditambah guwe, mbak yanti , aryo dan juragan justtraveller dwi,berangkat di sopiri oleh herry yang dulu juga sopir saat ke Kiluan. yayy..bye bye jakarta yang macet.
Desa Sawarna  yang terletak di satu desa di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Panorama keindahan alam desa ini cukup menawan dengan banyak pantai disekitarnya. Objek wisata di desa ini banyak dikunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Desa yang terlaetak di antara Sungai dan laut. Jadi selain bermata pencaharian nelayan, senagian warga desa juga bermatapencaharian senagai petani. Ini dengan dilihat banyak sawah sawah disekitar desa Sawarna ini. Pantai pantai yang indah sepertipantai Tanjung Layar, Lagoon pari, Pantai Ciantir  menjadi bukti kalau Desa Sawarna bepotensi sebagai Desa Wisata.
Desa Sawarna
Berangkat ke Desa Sawarna saya kira melewati Tangerang, Serang tersu ke Lebak. Ternyata tidak. Mobil melewati keluar tol Cibubur meleawti Rancamaya, lewat Sukabumi yang malam itu tetap macet cet. Setelah itu saya tewas tertidur, bangun bangun ketika mobil berhenti di Area Pelabuhan Ratu untuk memberikan kepada peserta untuk buangg hajat ehh..buang air kecil. Di subuh buta itu WC terletak diatas bukit. terdengar hempasan ombak. Setelah berhenti sebentar "sepertinya sopirnya mau ngambil napas deh" kami melanjutkan perjalanan ke Desa Sawarna. 
Hampir jam 6 kami sampai di Desa ini. Biasanya sih "kata mereka" jam 3 sudah sampai. Karena tol dan sukabumi macet serta jalanan yang semakin parah rusaknya, jadilah kami terlmbat sampai di Sawarna. Buru-buru saya dan teman mengerjakan shalat subuh. Wooww... ternyata kami menginap di rumah penduduk. Rumahnya bersih dan kamar mandinya ada bak mandi yang gede. pengen nyebur rasanya, secara dari semalam gak mandi. Yahh namanya juga backpacker, mandi dikurangi, jalan jalan dibanyakin..heheh.... jadilah saya tetap gak mandi pagi itu, karena pagi itu kami akan menyusuri pantai Lagoon Pari sampai ke Tanjung Layar. 
Setelah beristirahat dan sarapan teh, kopi panas serta snack yang kami bawa dar Jakarta. Kami bergerak untuk menyusuri pantai. Sarapan pagi ntar di Tanjung layar. Naik mobil kami diantar ke lokasi untuk menuju Lagoon Pari. Ditemani guide encep kami berjalan menuju Lagoon Pari. Bujubune..., kami mesti berjalan cukup jauh dulu untuk bisa sampai ke pantai, menyusuri sawah sawah yang telah selesai panen, tanah berlumpur. Sungguh perjuangan untuk mencapai bibir pantai,sekitar 3 Km mungkin kami berjalan. Tapi itulah perjuangan yang berat di bayar indah dengan melihat pantai yang sungguh indah dan belum terjamah. Ombak yang menerjang karang di sekitar Lagoon Pari menghilangkan penat kami yang sudah bersimbah peluh dan tak mandi pagi hihi...
Lagoon Pari
Perjalanan dilanjutkan menyusuri pantai untuk menuju Pantai Tanjung layar. Perjalanan yang melelahkan sebenarnya. Jauuuuuhh banget. Merangkak rangkak kami berjalan menyisir pantai yang indah,mungkin semangat kami di bakar karena di Tanjung Layar kami akan sarapan. Pelan tapi pasti kami merangkak, Sampai kami di Pantai Karang Bodas. Dinamakan Karang Bodas mungkin karena banyak karang disekitar pantai tersebut. 
Karang Bodas
Dari kejauhan kami melihat karang tinggi ,yuhuu akhirnya kami sampai juga di Pantai Tanjung Layar,horreyyy...kami sarapan !! Di Tanjung Layar saya banyak melihat beberapa orang yang nekat mengambil foto dekat dengan ombak. Sepertinya mereka mengambil foto ombak yang memang keren sekali gedenya. Terbayang deh...tiba-tiba ombak gede dan mengenai mereka. Bukan kasihan sama mereka , tapi kasihan sama kameranya, sayangkan kena ombak, rusak.
Di Tanjung Layar kami sarapan dengan nasi uduk plus telor balado, nikmat banget deh.setelah capek berjalan berkilo kilo meter. Ngobrol cekak cekik cerita lucu lucu, padahal kami baru kenal, tapi gitulah nikmat orang yang suka berpetualang, walau baru kenal saling "nyek mengeyek" tetap berjalan dengan sempurna. Mungkin satu penderitaan kali yaa....*mikir*
Selesai sarapan ternyata belum kelar juga untuk berjalan jauh.Sekarang kami berjalan balik untuk menuju tempat penginapan. Perjalanan lumayan jauh juga tapi tidak seperti tadi. Jalan lumayan rata, ada ladang ladang kacang tanah. Petani menawari untuk membeli. Pengen sih beli, tapi mau masak dimana?...wohoooo... ternyata Pantai Tanjung layar tepat berada dibelakang Desa Sawarna, bersebelahan dengan Pantai Ciantir. Pantai Ciantir yang biasanya dipakai untuk surfing oleh bule bule yang datang ke Sawarna ini. Benar benar ngerjain dwi ini....wohoooo.. tepar sudah kami sampai tempat  istirahat, tergelatak manis di teras rumah tempat kami menginap.

Mandi, makan siang dan tidurrr siangg, ada ya, trip yang bisa bobok bobok siang...,disinilah tempatnya.

Sekitar jam 3 an , setelah semua tidur siang kami melakukan perjalanan menyusuri pantai. Kali ini tidak jalan kaki lagi. Rencana kami mau lihat sunset di Pantai Pulo Manuk. Mampir disana pertama, wuuihh ternyata pantainya penuh karang. Dari jalan raya jalan kaki dulu menyusuri hutan kecil.
Lumayan foto foto sebentar,lihat ombaknya yang gede gede dan liahat fotografer nekat yang lagi nyari sudut poto yang bagus.
Pantai Pulo Manuk
Lanjut ke Pantak Karang Taraje. Yang dalam bahasa Sunda artinya tangga. *ehhh..pernah denger cerita tentang taraje antara orang betawi dan sundakan?* . Di pantai karena karang yang berbentuk tangga makanya dinamakan Pantai Karang Taraje. Sayang cuaca gak mendukung,mendung, jadi gak bisa lihat sunsetnya. yahh..poto poto narsis mah selalu ada lah.
Pantai Karang Taraje
Akhirnya kami balik ke penginapan untuk pulang karena cuaca kurang mendukung, tapi mendukung untuk perut kami yang lapar. Berhenti di warung pinggir jalan menikmati indomie rebus, sambil memmandang Pantai Ciantir dari atas, keerrreeen....
Pantai Ciantir
Pulang , Shalat maghrib. Selesai shalat, teteh farah dan misuanya ngajakin ke Pantai Ciantir menikmati suasana laut di malam hari. ihh..suasananya romantis banget, sepi sambil ditemanin gemuruh ombak malam hari. sayang gak ada lelaki yang menemani sambil main gitar, coba kalo ada. :)
Menjelang jam 10 saya balik, meninggalkan teteh dan suami yang masih ingin berduaan. ini couple romantis banget. iri saya.

Esok pagi hari minggu , selesai shalat subuh *agak kesiangan sih*. Saya bersama mbak yanti, teteh, dan suami kembali ke Pantai Ciantir. Pengennya sih mandi di laut. Akhirnya cuma melihat orang-orang mandi, dan melihat orang orang yang offroad pake motor di pasir Pantai Ciantir yang luas.
 
Setelah sarapan kami berangkat ke Goa Lalay. Jaraknya tidak jauh dari penginapan, tapi tetap dianter pake mobil. Ternyata untuk mencapai Goa Lalay ini kami harus berjalan kaki lagi melewati sawah- sawah yang sudah selesai panen. Ehh..juga melewati ibu ibu yang algi mandi hihi...bugil heheh.... sampai di Goa Lalay, ternyata sudah banyak orang yang kembali menyusurinya. Gak tau Goa ini terbentuk akibat apa. Ntar ya kita tanya om google. Tapi menurut saya lebih bagus Goa yang ada di Payakumbuh Sumatera Barat, Ngalau Indah.
Goa Lala
Kami menyusuri tidak sampai habis, balik ke penginapan mandi dan beberes untuk balik ke Jakarta lagi.
Selesai makan siang kami capcus ke Jakarta lagi. Semapt kami berhenti di sebuah warung,biasanya buang hajat dan makan. Ternyata view warung menhdapa ke Pantai Cimaja yang ada di Pelabuahan Ratu. Baguss.Sayang jalanan yang macet membuat kami sampai tengah malam di Jakarta. Sempat makan dulu di Sukabumi.
Pantai Cimaja
Sampai ketemu di trip berikut teman, Ocha dan misua Seno,mbak Yanti,Aryo,teteh Farah dan suami yang super ngocol akang Arifin,beserta dua brondongnya Kemal dan Fauzi dan juragan trip. dwi.., senang berkumpul bersama kalian...muaaahhhh..